Lifestyle

Cuma Minum Boba Tapi Terancam Lumpuh ?

1380
×

Cuma Minum Boba Tapi Terancam Lumpuh ?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kisah netizen di Twitter yang menghebohkan media sosial. Ia pernah mengalami kelumpuhan pada kaki bahkan hampir diamputasi karena boba.

Boba atau milk tea menjadi minuman yang populer di dunia. Dengan rasanya manis, ditambah tekstur kenyal dari mutiara tapioka (boba), dan kesegarannya memang sangat nikmat saat diminum.

Tentu banyak yang menyukai minuman boba satu ini. Bahkan sebagian ada yang terobsesi dengan minuman boba. Tapi ternyata karena keseringan minuman boba, ada beberapa orang mengalami dampak kesehatan yang mengerikan.

Seperti yang dialami oleh Ranya (20) asal Bekasi, Jawa Barat yang membagikan kisahnya di Twitter.

Ia membagikan sebuah thread dengan keterangan, “Btw mau sharing deh pengalaman aku sendiri tentang konsumsi boba,” ujarnya di Twitter @dangobulet.

Berawal dari seringnya mengonsumsi boba sampai akhirnya mengalami dampak yang mengerikan dari minuman boba dan kini berhenti minum boba.

Dilansir dari Detik, Ranya membenarkan kalau dirinya pernah mengalami kelumpuhan sementara pada kakinya.

“Bener kok. Emang mengalami kelumpuhan sementara dimana kalo ga ditangani duluan bakal bisa diamputasi,” ungkapnya via DM Twitter Minggu 27 September 2020.

Ranya juga menjelaskan bahwa dalam satu minggu ia bisa mengonsumsi boba  3-4 hari.

Terkadang dalam satu hari bisa menghabiskan 2 gelas minuman boba, varian kesukaannya adalah Brown Sugar Milk.

“Sehari aku bisa 2 gelas sendirian kalo pengen banget. Seminggu ada 3-4 harian aku minum boba terus. Karena selain doyan, toko bobanya deket,” jelas Ranya.

Pada awalnya ia tak menyangka bisa mengalami hal mengerikan ini. Apalagi selama mengonsumsi boba ia merasa tidak ada hal yang aneh.

“Selama konsumsi boba, aku ngerasa aman2 aja tuh. Pup lancar, pipis lancar. Gaada yg salah. Tapi tiba2 satu hari, kakiku tuh kalo jalan tau2 lemes sendiri yg sebelah kanan. Aku pikur cuman pegel biasa. ternyata bukan,” ungkap Ranya, seperti dilansir dari Thread Ranya di Twitter.

Setelah merasakan hal tersebut Ranya memeriksakan dirinya ke rumah sakit pada Maret 2020 lalu.

Ia divonis dokter memiliki kadar gula di tubuhnya tinggi. Bahkan saat dicek kadar gulanya tidak muncul yang artinya di atas 600, seperti dilansir dari Thread Twitter milik Ranya @dangobulet.

Ranya juga melakukan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi saraf pada kakinya yang lumpuh. Ia juga mengubah pola hidupnya dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.

Mulai dari mengonsumsi jus pare, jus bawang, hingga mengecek kadar gula pada kemasan makanan yang dibelinya.

“Kalo kadar gulanya melebihi 8 gr, aku ga bakal beli itu,” ujar Ranya.

Sekarang Ranya sudah berangsur pulih dan sudah tidak mau lagi mengulangi kebiasaannya dulu. Ia kini sudah berhenti mengonsumsi boba,

“Bener-bener stop, kalo beli palingan cuma adek atau mamah aja. Bisa dibilang trauma,” katanya

 

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.