Kabupaten AgamPeristiwa

Galodo Susulan Terjang Maninjau, Warga Diimbau Waspada

393
×

Galodo Susulan Terjang Maninjau, Warga Diimbau Waspada

Sebarkan artikel ini
dalam-sehari,-pasar-maninjau-diterjang-galodo-5-kali
Dalam Sehari, Pasar Maninjau Diterjang Galodo 5 Kali

Agam – Pasa Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali menjadi sasaran amukan galodo pada Kamis (1/1), menandai serangkaian kejadian serupa yang melanda wilayah tersebut sejak dini hari.

Galodo susulan ini terjadi sekitar pukul 16.20 WIB di sepanjang aliran Batang Aia Muaro Pisang, menambah daftar panjang kerusakan yang disebabkan oleh material banjir berupa kayu, batu, dan lumpur.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghofur, mengungkapkan bahwa timnya menyaksikan langsung kejadian tersebut saat tengah berada di lokasi untuk penanganan awal.

“Galodo ini sudah terjadi berulang sejak dini hari tadi. Dari pagi hingga sore ini sudah sekitar empat sampai lima kali kejadian,” jelasnya.

Bahkan, galodo sempat menerjang sekitar pukul 11.00 WIB saat petugas masih melakukan pemantauan lapangan.

Data sementara dari BPBD Kabupaten Agam mencatat kerusakan parah pada sejumlah bangunan akibat terjangan material banjir.

Empat unit rumah warga, tiga unit kedai atau warung, dan dua unit vila dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kerugian materiil diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pendataan yang masih berlangsung.

Saat ini, BPBD Kabupaten Agam bersama dengan unsur terkait lainnya terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran Batang Aia Muaro Pisang.

Abdul Ghofur mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di dekat sungai.

“Kami mengimbau masyarakat di sekitar aliran sungai agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di dekat sungai, karena kondisi masih labil dan berpotensi terjadi galodo susulan,” tegasnya.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, BPBD Kabupaten Agam menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga menghadapi kemungkinan bencana lanjutan.

Kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi hujan deras menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.

Pemerintah daerah terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga terdampak, serta melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.