Hardiknas 2018, Wawako Solok Reinier Pimpin Upacara Bendara

Wawako Solok Reinier bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan Hardiknas 2018 di Balaikota Solok
Wawako Solok Reinier bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan Hardiknas 2018 di Balaikota Solok
Wawako Solok Reinier bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan Hardiknas 2018 di Balaikota Solok
Wawako Solok Reinier bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan Hardiknas 2018 di Balaikota Solok

Kota Solok, Sumatera Barat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah ke 22, dengan menggelar upacara bendara di halaman Balaikota Solok, Rabu (2/5/2018). Wakil Walikota (Wawako) Solok Reinier bertindak sebagai pembina upacara.

 

Selain memberikan sambutan ,Wawako Reinier membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ia menyebutkan bahwa Hardiknas tahun ini yang mengambil tema “Menguatkan pendidikan memajukan Kebudayaan” dan Tema Hari Otoda “Memujudkan nawa cita melalui penyelenggaran otonomi daerah yang bersih dan demokratis.”

 

Sesuai dengan tema-tema tersebut marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran pemikiran dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara.

 

“Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan,” ungkap Wawako Reinier.

 

Ia mengimbau, atas dasar pikiran di atas pada hari pendidikan nasional ini mari berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan yang dihidupi dan disinari dengan menyatukan tekad untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan dengan disertai niat ikhlas serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi didunia pendidikan.

 

“Pemerintah daerah diharuskan menjalankan kewenangan otonomi daerah berlandaskan kepada peraturan perundang undangan yang berlaku serta menjadikan transparansi dan partisipasi publik sebagai dasar dan tolak ukur utama dalam setiap pengambilan kebijakan sehingga apapun kebijakan itu dapat di pertanggung jawabkan kepada rakyat,” kata Reinier.

 

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Afdal Yandi, Forkopimda, Ketua TP PKK, GOW, DWP, Bundo Kanduang, LKAAM, Kepala OPD, BUMN/D serta Dewan Pendidikan dan Unsur Perguruan Tinggi.

[Fernandez]