Kabupaten Tanah DatarPeristiwa

Masyarakat Malalo Diungsikan dengan Perahu via Danau Singkarak

582
×

Masyarakat Malalo Diungsikan dengan Perahu via Danau Singkarak

Sebarkan artikel ini
masyarakat-malalo-dan-padang-laweh-diungsikan-lewat-danau-singkarak
Masyarakat Malalo dan Padang Laweh Diungsikan Lewat Danau Singkarak

Tanah Datar – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025).

Hujan lebat yang berlangsung berhari-hari menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Akibatnya, sejumlah rumah hanyut dan dua nagari, yaitu Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo, dilaporkan terisolir.

Pemerintah daerah bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak melalui jalur Danau Singkarak.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, langsung meninjau lokasi banjir didampingi sejumlah pejabat daerah.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, mengingat curah hujan masih tinggi.

“Masyarakat yang terisolir dan berada di tempat rawan agar bersedia diungsikan ke tempat yang lebih aman,” kata Eka Putra saat meninjau lokasi di Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih meluas, pemerintah daerah telah menyediakan tempat pengungsian di Nagari Batu Taba.

Sebagian warga yang terisolir telah dievakuasi ke lokasi tersebut melalui jalur Danau Singkarak menggunakan perahu.

Usai meninjau lokasi, Bupati Eka Putra bersama jajaran langsung menggelar rapat evaluasi untuk mengambil langkah cepat mengantisipasi dampak meluas.

“Kebutuhan pengungsi jangan sampai terabaikan, mulai dari logistik, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya,” tegasnya.

Camat Batipuh Selatan melaporkan, data sementara menunjukkan 125 jiwa pengungsi tiba di Jorong Tanjuang Mutiara.

Sebagian besar mengungsi di Masjid Taqwa, rumah relawan warga, dan TPA.

Berikut data sementara kerusakan akibat banjir bandang:

* Nagari Padang Laweh Malalo: 10 rumah rusak berat, 1 jembatan rusak ringan, 1 rumah ibadah rusak ringan, 1.043 jiwa mengungsi.
* Nagari Sumpur: 11 rumah hanyut, 9 rumah rusak berat, 10 rumah rusak sedang, 5 rumah rusak ringan, 1 jembatan rusak berat, 1 sekolah rusak, 1 rumah ibadah rusak, 1 irigasi rusak, 4 hand tractor hanyut, 331 jiwa mengungsi.
* Nagari Guguak Malalo: 9 rumah rusak berat, 6 rumah rusak sedang, 3 jembatan putus total, 1 jembatan rusak berat, 1 sekolah rusak, 2 rumah ibadah rusak, 8 irigasi rusak, 1.300 jiwa mengungsi.

Pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan warga, lahan pertanian yang hancur, dan evaluasi dampak yang ditimbulkan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.