Petugas Segel 14 Hiburan Malam di Kota Solok

Petugas gabungan melakukan penyegelan lokasi hiburan malam yang melanggar Perda di Kota Solok. Foto : Fernandez
Petugas gabungan melakukan penyegelan lokasi hiburan malam yang melanggar Perda di Kota Solok. Foto : Fernandez
Petugas gabungan melakukan penyegelan lokasi hiburan malam yang melanggar Perda di Kota Solok. Foto : Fernandez

Sejumlah hiburan malam yang tidak mengantongi izin dan melanggar ketentuan di Kota Solok ditertibkan petugas gabungan, Kamis (21/12/2017). Bahkan diantara yang ditertibkan itu, 14 hiburan malam dilakukan penyegelan.

Penyegelan dilakukan sebagai tindakan tegas karena dinilai melanggar Perda Kota Solok nomor 8 tahun 2016 tentang pemberantasan maksiat dan penyakit masyarakat juga diberlakukan dalam operasi siang itu.

Petugas gabungan Satpol PP Kota Solok, TNI, Polri yang dibagi dua tim bergerak dari Mapolres Solok Kota sekira pukul 10.00 wib. Petugas pun langsung bergerak ke sejumlah tampat hiburan malam yang ada di Kota Solok dimana sebelumnya telah didata.

Dalam operasi siang itu, tempat hiburan malam yang ada di Kota Solok yang menjadi target penertiban petugas dalam keadaan tertutup.

Namun kedatangan petugas dengan maksud menertibkan dengan menyegel tempat hiburan malam yang dinilai melanggar Perda nomor 8 tahun 2016, sempat diwarnai ketegangan. Pemilik tempat hiburan malam sempat melakukan protes atas tindakan petugas yang menutup tempat usaha mereka yang dikenal dengan sebutan kafe itu.

Perang mulut sempat terjadi antara pemilik kafe dg petugas, ternyata tidak menyurutkan nyali petugas dalam upaya penertiban tempat hiburan malam di Kota Solok. Petugas pun memasang tulisan “restoran musik/karaoke keluarga ini disegel” didepan tempat hiburan malam.

Usai menertibkan dengan menyegel tempat hiburan malam disatu titik, petugas kembali bergerak ke tempat hiburan malam lainnya yang ada di Kota Solok yang diperkirakan berjumlah 14 tempat hiburan malam. Disepanjang kawasan baypas Kota Solok, petugas kembali bersitegang dengan pemilik tempat hiburan malam.

Para pemilik cafe menolak petugas yang datang dan hendak menyegel tempat usaha mereka. Namun lagi-lagi petugas tidak bergeming dan tetap menjalankan tugasnya menyegel kafe yang dinilai melanggar ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Solok, Bujang Putra menegaskan, sebelum melakukan tindakan tegas, petugas telah melakukan pengawasan setiap malam terhadap kafe-kafe yang beroperasi. Selain itu pihaknya juga telah menghimbau agar pemilik kafe mengurus dan melengkapi perizinan serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Dalam penertiban tempat hiburan malam di Kota Solok, selama ini memang cukup runyam. Bahkan dari tahun ketahuan selama lebih dari 15 tahun belakangan ini tempat hiburan malam di Kota Solok terus tumbuh.

Upaya penertiban terhadap tempat hiburan malam sering kandas. Namun kali ini wibawa Pemko Solok kembali diuji dengan lahirnya Perda nomor 8 tahun 2016 tentang pemberantasan maksiat dan penyakit masyarakat yang disahkan setahun yang lalu.

Balutan kota beras serambi madinah yang diusung Walikota Solok Zul Elfian dalam mempimpin Kota Solok seakan memberikan spirit dalam menertibkan tempat hiburan malam yang ada di Kota Solok.

Meski baru berusia 1 tahun umur Perda nomor 8 tahun 2016, akan tetapi ketegasan Pemko Solok mulai tampak dalam mempertaruhkan wibawanya atas aturan yang telah dilahirkan.

[Fernandez]

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.