Puluhan Hektare Sawah di Lintau Kekeringan

Kondisi sawah di Kecamatan Lintau Buo.
Kondisi sawah di Kecamatan Lintau Buo.

Puluhan hektare sawah di Kecamatan Lintau Buo mengalami kekeringan. Akibatnya, padi terancam kena puso. Nagari Pangian mengalami kondisi yang paling parah.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumbar, di Kecamatan Lintau Buo ada lebih kurang 60 hektare sawah yang mengalami hal serupa di empat nagari di Lintaubuo. Mulai dari Nagari Buo, Pangian, Tigo Jangko dan Taluak.

Kepala UPT Pertanian Lintau Buo, Dinas Pertanian Tanah Datar, Syafrizal mengatakan, kondisi kekeringan dan mengancam padi warga terkena Puso menimpa sawah-sawah yang ada di Pesawahan Siambek, Ateh Guguok di Nagari Buo. Dan sawah Galuang, sawah Tarandam, Sumuo Anyie, dan sawah Belakang Bengke. Serta beberapa petak sawah di Nagari Tigo Jangko, dan area pesawahan Sopan di Nagari Taluak.

“Untuk nagari Buo terdapat sekitar 15 hektare yang terancam Puso, dan paling banyak di Nagari Pangian seluas 25 hektar, kemudian di Tigo Jangko sekira 5 hektar, dan di Taluak lebih kurang 15 hektar,” terangnya.

Dari berbagai area pesawahan tersebut, kondisi padi warga bervariasi. Mulai dari benih yang masih ada di semayan, hingga sudah ditanam dan padi berumur sebulan lebih.

“Kondisi ini dikarenakan pada umumnya, padi berada di sawah tadah hujan. Karena musim panas membuat sumber air menjadi kering. Bahkan anak sungai yang ada tidak mengaliri lagi irigasi karena airnya yang kecil,” jelasnya.

Kata Syafrizal, pihaknya sudah mendata sawah-sawah yang terancam puso tersebut, serta mencatat data kerugian warga jika seandainya kondisi kekeringan terus berlanjut.

“Yang utama sekali jika masih tidak dialiri air, kerugian yang akan dialami oleh petani kita lebih dari seratusan juta. Mulai dari cost atau biaya pengolahan lahan, biaya benih, hingga biaya pupuk belum lagi upah-upah,” jelasnya.

“Hitungan awal saja terdapat 15 kelompok P3A yang terancam Puso. jika masing-masing P3A beranggotakan 15 orang dan memiliki minimal 3 anggota keluarga saja, maka terdapat 1800 orang yang tidak akan makan jika air atau hujan tidak turun,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Daryanto Sabir membenarkan jika Lintau Buo mendominasi ancaman Puso. “Hal serupa sebenarnya juga terjadi di kecamatan lainnya seperti Kecamatan Rambatan, Tanjung Emas dan beberapa kecamatan lainnya. Namun, lebih didominasi oleh Lintau Buo. Dari seratus hektar sawah yang terancam Puso, 50 persen ada di Lintau Buo,” ujar Daryanto, Senin, 30 Oktober 2017. (***)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.