Ekonomi

Raditya Dika Soroti Gen Z Paham Investasi Tapi Boros

435
×

Raditya Dika Soroti Gen Z Paham Investasi Tapi Boros

Sebarkan artikel ini

Raditya Dika melihat bahwa masalah finansial anak muda tidak hanya soal gaya hidup boros.

Raditya Dika

Jakarta – Generasi Z dan milenial, meskipun melek teknologi, ternyata masih kesulitan mengelola keuangan pribadi.

Komika dan kreator konten, Raditya Dika, menyoroti fenomena ini, menyebutkan generasi muda memiliki banyak ide dan energi, namun seringkali kurang disiplin dalam mengatur keuangan sehari-hari.

Raditya Dika melihat bahwa masalah finansial anak muda tidak hanya soal gaya hidup boros.

Pengeluaran seringkali terjadi melalui “pintu-pintu kecil” yang sulit dilacak.

Kebiasaan jajan yang sering dan saldo yang tersebar di berbagai dompet digital membuat arus kas terasa menghilang tanpa disadari.

“Fondasi finansial itu tetap penting agar generasi muda tetap bisa mengejar mimpi sambil belajar mengelola keuangan,” tegas Raditya Dika.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Gen Z mencapai 73,26 persen, sementara inklusi keuangan nasional berada di angka 80,51 persen.

Angka ini mengindikasikan  generasi muda sebenarnya memiliki pemahaman dan akses ke layanan keuangan, namun praktik pengelolaan uang mereka belum optimal.

Realitas ini terungkap dalam obrolan podcast Raditya Dika bersama Xaviera Putri berjudul “Xaviera Curhat: Kaget Hadapi Dunia Nyata Setelah Kampus!”.

Keduanya membahas transisi dari dunia kampus ke dunia kerja, masa di mana banyak anak muda menyadari bahwa idealisme dan passion tetap membutuhkan fondasi finansial yang kuat.

“Banyak generasi muda sekarang suka self-reward dan jajan terus, jadi tanpa sadar uangnya cepat habis. Seringnya bukan karena boros, tapi karena belum punya alat yang bisa bantu nyatet cashflow secara rapi,” kata Xaviera Putri.

Xaviera juga berbagi pengalamannya dalam mencari cara menabung tanpa harus mengubah gaya hidup digitalnya secara drastis.

Ia menekankan kemudahan adalah kunci agar kebiasaan finansial dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Raditya menambahkan fondasi finansial tidak harus rumit atau kaku. Generasi muda membutuhkan sistem yang fleksibel, sederhana, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Masalahnya, menurut Raditya Dika, uang seringkali keluar dari berbagai “pintu kecil” yang sulit dipantau.

Kebiasaan jajan yang sering, saldo yang tersebar di berbagai dompet digital, membuat cashflow terasa menghilang tanpa disadari.

Oleh karena itu, Xaviera menekankan pentingnya mencari cara menabung yang tidak mengubah gaya hidup digital secara drastis. Kemudahan menjadi kunci agar kebiasaan finansial dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.