Suka Dibalik Meninggalnya Wartawan Senior Tanah Datar

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Kabar duka datang dari kalangan wartawan Kabupaten Tanah Datar, seorang wartawan senior Ulfa Maryati (53) yang dikenal periang itu telah dipanggil ke hadirat Sang Pencipta.

Wakil Pimpinan Redaksi Mingguan Wawasan ini meninggal dunia pada Jumat (22/03/19) sekitar pukul 19.30 Wib di Rumah Sakit Stroke Bukittinggi, sebelumnya Ulfa sempat dilarikan ke RSUD Ali Hanafiah Batusangkar yang diduga mengalami tekanan darah tinggi.

Hanya beberapa jam setelah dirujuk ke RS. Stroke Bukittinggi, nyawa wartawan senior Ulfa tidak dapat ditolong lagi. Menurut salah seorang keluarga, ada pembuluh darah di otak yang pecah akibat tensi yang sempat naik mencapai 225.

Kepergian Ulfa , sangat dirasakan oleh rekan seprofesi almarhumah, kenapa tidak ia dikenal seorang yang mudah bergaul dan periang ini meninggalkan mereka begitu saja.

“Almarhumah adalah seorang yang periang, walau terkadang dalam candaan mengeluarkan suara teriakan, namun hal itu yang menjadi kami sangat kehilangan,” ucap salah seorang wartawan senior Masriwal, Sabtu (23/03) saat melayat dirumah duka, Nagari Galogandang Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar.

Fhoto : Kenangan Ulfa Maryati, bersama salah seorang wartawan saat study kooperatif beberapa waktu lalu.

Perihal meninggalnya Ulfa Maryati ini, juga dirasakan oleh wartawan di Tanah Datar lainnya, seperti Nasrul Chaniago. Ia menceritakan jika pada Kamis (21/03) sore adalah saat terakhir mendengar ketawa Ulfa saat di kantor PWI Tanah Datar.

“Saya tidak menyangka jika sore itu adalah saat terakhir mendengar candanya. Biasanya, keceriaan dengan canda tawanya adalah hiburan bagi rekan wartawan,” ucap Nasrul.

Dan mungkin banyak lagi kenangan lain dengan rekan se profesinya, saat masih menjalani tugas selama lebih dari 25 tahun di Kabupaten Tanah Datar. Dan kehilangan tulang punggung keluarga sangat dirasakan oleh keluarga almarhumah, terutama anak lelaki satu satunya Yogi (22).

Dibalik duka kepulangan Ulfa ke rahmatullah, suka itu dirasakan Yogi, mahasiswa Semester 6 STSI Padang Panjang ketika Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Ny. Emi Irdinansyah melayat kerumah duka bersama tokoh masyarakat Tanah Datar lainnya.

“Kepada ananda Yogi dan keluarga, jangan cemas dan kuatir untuk biaya kuliah. Insya Allah sampai tamat nanti akan ditanggung ibu Emy. Dan saya akan membantu kekurangan lainnya,” ucap Irdinansyah didampingi Ny. Emy Irdinansyah dan juga Nurhayati (74), nenek Yogi.

Haru yang tidak dapat di sembunyikan oleh pelayat pecah saat Yogi dirangkul kepala daerah itu.

“Tarimo kasih pak bupati dan ibuk Emi, Alhamdulillah sampai juo cita-cita cucu ambo Yogi, (terima kasih pak bupati dan ibuk Emy, Alhamdulillah, sampai juga cita-cita cucu saya),” tutur Nurhayati.

Ia menuturkan, inilah salah satu kekuatiran almarhumah yang sempat diucapkannya. Siapa lagi yang akan membiayai kuliah anaknya saat ia dipanggil Allah SWT.

Dalam duka, ada cita dan suka yang akan dirasakan umat ini. Dibalik takdir Allah SWT, pasti akan ada hikmah yang besar, pesan Irdinansyah saat melepas jenazah Ulfa untuk dimakamkan.

Ikut hadir dalam pemakaman itu, Wabup Zuldafri Darma, Anggota DPRD Tanah Datar Syafri Jamal, Ketua PWI Yusnaldi, Pimpinan Redaksi Mingguan Wawasan Pak Ce, Wali nagari III Koto M. Hatta, Kapolsek Sungayang AKP. Syahnimar, Kasubag Humas Polres Tanah Datar Iptu Marjoni Usman, sejumlah wartawan cetak dan elektronik yang bertugas di Tanah Datar serta tokoh masyarakat lainnya.

Penulis : Dodoy

Loading...

DomaiNesia

BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...