Wagub Sumbar: Menurunkan Angka Pengangguran Masih Jadi “Pekerjaan Rumah”

PADANG, KABAR SUMBAR – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan menekan angka pengangguran di daerah itu masih menjadi “pekerjaan rumah” yang harus dituntaskan pemerintah dan tidak boleh dikesampingkan karena masih tingginya tingkat pengangguran.

“Saya minta pemerintah kabupaten/kota serius memikirkan persoalan ini karena masalah tenaga kerja merupakan urusan wajib daerah,” katanya dalam rapat peningkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) formal/profesional ke luar negeri, di Padang, Selasa.

Data BPS, jumlah pengangguran Februari 2019 mencapai angka 142,24 ribu orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,29 persen.

Angka pengangguran didominasi lulusan diploma sebesar 10,86 persen, menyusul tamatan SMA sebanyak 7,80 persen, lulusan universitas 7,46 persen, SMK 6,06 persen dan SMP 4,09 persen.

Oleh sebab itu Nasrul Abit menekankan Pemerintah Kabupaten/Kota harus terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam penekanan angka pengangguran terbuka Di Sumbar.

Ada beberapa yang menjadi urusan wajib di Sumbar, diantaranya pertanian, pariwisata, dan penekanan angka pengangguran.

“Penekanan angka pengangguran di Sumbar masih menjadi pekerjaan rumah, sebab angka pengangguran di Sumbar mencapai 5,29 persen, sementara nasional hanya 5,01 persen,” ungkap dia.

Menurutnya, Kabupaten/Kota harus mengetahui berapa besaran jumlah pelajar yang tamat, maupun diploma dan perguruan tinggi yang lulus.

Ia menambahkan, Sumbar harus menargetkan menurunkan angka pengangguran sebesar 1 persen, meski sangat susah untuk mencapainya.

“Manfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Kabupaten/Kota dan provinsi. Tahun ini ada sebanyak 690 paket pelatihan di BLK. Agar tamatan SMA/SMK dan diploma punya keterampilan dan bersaing dalam dunia kerja,” ujarnya.

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...