Workshop Surfival Corong Sineas Muda Berbakat Sumbar

Foto bersama saat mengikuti Workshop Surfival 2018 di Hotel Fave, Jalan Belakang Olo, No 46, Kota Padang, Sumbar. Workshop Perfilman 2018
Foto bersama saat mengikuti Workshop Surfival 2018 di Hotel Fave, Jalan Belakang Olo, No 46, Kota Padang, Sumbar. Workshop Perfilman 2018
Foto bersama saat mengikuti Workshop Surfival 2018 di Hotel Fave, Jalan Belakang Olo, No 46, Kota Padang, Sumbar. Workshop Perfilman 2018
Foto bersama saat mengikuti Workshop Surfival 2018 di Hotel Fave, Jalan Belakang Olo, No 46, Kota Padang, Sumbar. Workshop Perfilman 2018

PADANG, KABARSUMBAR-Puluhan pelajar dari berbagai kota di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti Workshop Surfival 2018 di Hotel Fave, Jalan Belakang Olo, No 46, Kota Padang, Sumbar dan akan berakhir 30 Juni 2018.

Pada pelatihan singkat kepada filmaker-filmaker, Jason Iskandar, sutradara kenamaan Indonesia hadir memberikan materi. Ia membagikan pengalamannya kepada calon filmaker di Sumbar, dimana materi terkait dasar-dasar penyutradaraan, objek penggarapan dan cerita, serta teknis penggarapan film.

“Nanti itu ada tiga sesi. Pertama tentang apa itu sutradara, ya, ngomongin sutradara secara global gitulah. Kedua, ngomongin apa yang akan disutradarai. Ini termasuk cerita dan bagaimana karakter di dalamnya. Nah, sesi terakhir lebih tentang visual dan desain, misalnya teknik kamera,” kata Jason.

Menurutnya, Sumbar memiliki potensi cerita, yang idealnya mesti diceritakan oleh orang-orang dari daerah Sumbar sendiri. Sheungga, ia berharap, kegiatan workshop akan memberi dorongan kompetensi kepada pelajar atau pegiat film di Sumbar, untuk mencipta film-film tentang Padang atau Sumbar.

“Ada banyak sekali cerita di daerah kita masing-masing yang sebetulnya harus diceritakan oleh kita sendiri. Nah, saya sih juga yakin kalau Padang punya itu, punya cerita yang harus teman-teman ceritakan,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, Jason Iskandar merupakan sutradara film yang produktif dan berprestasi. Berbagai film yang ia produksi sebagiannya menyabet penghargaan bergengsi, baik di lingkup tanah air maupun manca negara. Yakni, Langit Masih Gemuruh (2015), Indonesia Bukan Negara Islam (2009), dan Balik Jakarta (2016).

Dijelaskan Findo Brahmata Sandi, salah-seorang perumus dan eksekutor utama SURFIVAL 2018, workshop kali ini melibatkan beberapa sineas berpengalaman yang berasal dari Sumbar dan luar Sumbar, salah-satunya yaitu Jason Iskandar.

“Jason Iskandar adalah salah-satu sutradara berprestasi di Indonesia hari ini. Pelibatan dia (red-Jason) tentunya akan memberi masukan positif kepada pegiat di daerah Sumbar,” jelas Findo.

Peserta begitu antusias karena tidak hanya akan belajar seputar penyutradaraan, namun juga tentang aspek-aspek perfilman lainnya, yakni penulisan skenario dan managemen produksi. Dua kelas yang disebut terakhir akan diampu oleh Elsa Rahmadani (manager produksi Relair) dan S. Metron (penulis skenario film).

Kegiatan SURFIVAL yang digalakkan Dinas Pariwisata Sumbar tahun ini. Selain workshop perfilman, ada pula item kegiatan lain yaitu fasilitasi produksi film dan kompetisi film pelajar dan umum. Dua kegiatan tersebut saat ini sedang dalam tahap proses verifikasi dan penerimaan peserta, yang perkembangannya akan dikabarkan kepada publik di waktu kemudian.

Sementara itu Ketua Komisi V DPRD Sumbar Hidayat, berharap agenda Kompetisi Film, Workshop Film dan Fasilitasi Produksi Film ini berpotensi menggairahkan kreativitas para sineas muda Sumbar, mulai dari perencanaan administratif, teknis produksi hingga pemasaran. Karya audio visual nantinya diharap lebih menantang kreatifitas memenangkan persaingan sekaligus ladang baru ekonomis dari daerah.

“Saya berbagi harapan dengan puluhan sineas sineas muda Sumatera Barat,” katanya.

[Kabarsumbar]