Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) menggandeng berbagai sektor untuk memperkuat ekosistem musik nasional.
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan perputaran ekonomi di industri seni dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan komitmen Kemenkraf dalam memperkuat rantai nilai kreatif, khususnya subsektor musik.
Salah satu wujud dukungan adalah kolaborasi dengan Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI). FESMI, yang menaungi delapan serikat musisi di Indonesia, telah resmi berdiri sejak 2020.
Kolaborasi ini bertujuan mendukung talenta kreatif yang memperkuat ekosistem musik nasional, salah satunya melalui kegiatan “ASIK, Kemerdekaan!”.
“Kami berharap kolaborasi pemerintah dan FESMI dapat menjadi inspirasi bagi sesama pejuang ekraf dari industri musik,” ujar Irene, Selasa (25/6/2024).
Rangkaian “ASIK, Kemerdekaan!” juga menggelar diskusi “Musisi Bertanya dan Bersuara” bersama Kemenkraf.
Wamen Ekraf Irene dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, hadir dalam acara yang digelar di Autograph Tower Jakarta.
Agenda ini merupakan tindak lanjut audiensi bersama FESMI pada 18 Juni 2024. Forum dialog terbuka ini bertujuan menyatukan visi dan menyusun langkah strategis agar musik dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif.
Irene menilai, keberadaan serikat musik mempermudah koordinasi, terutama karena banyak musisi Indonesia yang berkiprah di skala internasional.
“Kementerian Ekraf bukan hanya memperjuangkan terkait royalti saja, ada nilai atau value yang harus tetap dipertahankan sehingga semua elemen musik punya daya guna memenuhi hasil ekonomi,” jelas Irene.
Kemenkraf akan terus berkolaborasi lintas sektor dan kementerian untuk mencari solusi atau kebijakan yang tepat.
Staf Khusus Presiden Yovie Widianto meyakini FESMI mampu konsisten memberi warna bagi musik Indonesia.
Ia menekankan pentingnya mendukung talenta hebat Indonesia agar ekosistem musik nasional semakin maju, sehat, dan membanggakan.
“Saya mengetahui betul bahwa pemusik, penyanyi, dan komposer itu bagian dari simbiosis mutualisme yang penting bagi industri musik Indonesia,” kata Yovie.
Ketua Umum FESMI, Cholil Mahmud, menambahkan bahwa FESMI fokus memberikan pemahaman tentang pentingnya berorganisasi atau berserikat untuk mengedepankan kepentingan musisi.
FESMI juga siap berdiskusi dan menyuarakan berbagai isu soal musik bersama para pemangku kepentingan.






