Pemerintah

KPAI : Pelajar Ikut Demo Karena Bosan Tidak Sekolah

362
×

KPAI : Pelajar Ikut Demo Karena Bosan Tidak Sekolah

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra mengatakan, berdasar penelusuran terdapat anak yang ikut demo berujung rusuh di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2020, salah satunya karena bosan tidak sekolah tatap muka.

“Saya menghampiri anak perempuan, ia mengaku sekolah di SMK Jatinegara. Ia datang ke lokasi diajak teman-temannya dan ia mengaku mulai bosan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujar Jasra, Selasa 13 Oktober 2020.

Diketahui, latar belakang dari anak ikut demo kebanyak dari mereka yang kurang perlindungan keluarga, seperti karena putus sekolah, orangtua jarang pulang karena tempat kerja yang jauh dan PJJ yang belakangan cenderung hanya aktivitas pengajaran penugasan pekerjaan rumah.

Jasra mencontohkan salah satu peserta demo adalah siswa SMP dari Tangerang yang datang ke Jakarta Pusat dengan naik kereta. Si anak ikut demo setelah diajak temannya di media sosial dan kondisi di rumah yang tidak nyaman.

Dari pengamatan Jasra di lapangan, situasi anak dalam demo terlihat bergerombol dan tidak memperhatikan orasi yang disampaikan dari mobil komando.

Dengan kata lain, kedatangan mereka cenderung acuh dengan aksi utama. Jika terjadi provokasi mereka rentan terjebak dalam kerusuhan, bahkan terlibat.

Jasra mengatakan situasi kesehatan anak di sekitar aksi demo buruk, seperti merokok, tidak ada yang mengingatkan menggunakan masker dan lingkungan sekitar cenderung melakukan pembiaran.

Padahal saat ini, Jakarta merupakan kawasan zona merah Covid-19 yang mewajibkan warganya menerapkan protokol kesehatan.

“Anak menjadi kelompok rentan di dalam lautan massa seperti ini, apalagi kondisi pembatasan selama pandemi, menambah ketertekanan anak. Dengan membanjirnya informasi menyebabkan anak-anak mudah terlibat, akibat kondisi psikologis mereka,” katanya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.