PemerintahSumatera Barat

Progres 95 Persen, Akses Utama Padang-Bukittinggi Siap Beroperasi Normal

84
×

Progres 95 Persen, Akses Utama Padang-Bukittinggi Siap Beroperasi Normal

Sebarkan artikel ini

Saat ini, progres pengerjaan fisik di lapangan telah menyentuh angka di atas 95 persen.

Jalur Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai merupakan bagian dari Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera yang setiap hari melayani mobilitas ribuan kendaraan dan menjadi penghubung utama Kota Padang dengan Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, Limapuluh Kota, hingga wilayah utara Sumatera Barat. Foto : Humas PRR
Jalur Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai merupakan bagian dari Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera yang setiap hari melayani mobilitas ribuan kendaraan dan menjadi penghubung utama Kota Padang dengan Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, Limapuluh Kota, hingga wilayah utara Sumatera Barat. Foto : Humas PRR

Padang – Penantian panjang masyarakat Sumatera Barat akan pulihnya akses utama penghubung Kota Padang dengan wilayah tengah provinsi segera berakhir.

Setelah tujuh bulan berjibaku dengan proses rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi, jalur nasional di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, ditargetkan beroperasi penuh untuk seluruh jenis kendaraan pada akhir Juli 2026.

Saat ini, progres pengerjaan fisik di lapangan telah menyentuh angka di atas 95 persen.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan bahwa tahapan krusial kini tengah dikebut agar target pembukaan jalur dapat terealisasi tepat waktu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BPJN Sumatera Barat, Noor Arias Syamsu, menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada perbaikan badan jalan yang sempat terputus akibat bencana akhir 2025 lalu.

Fokus utama rehabilitasi juga mencakup penguatan struktur lereng, optimalisasi sistem drainase, hingga penyempurnaan fasilitas keselamatan jalan.

“Kami optimistis seluruh pekerjaan rampung akhir Juli ini. Fokus kami bukan sekadar memperbaiki yang rusak, melainkan membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan aman terhadap potensi bencana di masa depan,” ujar Noor Arias dalam keterangan resmi yang diterima Kabarsumbar, Kamis (9/7/2026).

Selama masa rehabilitasi, pemerintah memang tetap membuka akses secara terbatas bagi kendaraan tertentu guna menjaga mobilitas warga.

Namun, dengan selesainya proyek ini, distribusi logistik dan arus lalu lintas antarwilayah dipastikan akan kembali normal sepenuhnya.

Kabar ini disambut antusias oleh para pengguna jalan dan pelaku ekonomi.

Rizal, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa pembukaan kembali jalur ini akan menjadi angin segar bagi efisiensi waktu dan biaya operasional kendaraan.

Selama jalur dialihkan, biaya distribusi barang melonjak signifikan, yang berdampak pada harga komoditas di tingkat konsumen.

Senada dengan Rizal, Agustin, seorang pelaku usaha lokal, menekankan bahwa Lembah Anai adalah urat nadi ekonomi Sumatera Barat.

Menurutnya, kelancaran akses di jalur ini merupakan kunci utama bagi kebangkitan sektor perdagangan, usaha kecil, hingga pariwisata yang sempat lesu akibat terputusnya konektivitas.

“Banyak sektor yang bergantung pada jalur ini. Dibukanya kembali akses untuk semua kendaraan akan memberikan dampak domino yang positif bagi perputaran ekonomi daerah,” ungkap Agustin.

Sebagai informasi, jalur Padang-Bukittinggi melalui Lembah Anai merupakan bagian vital dari Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera.

Ruas ini melayani ribuan kendaraan setiap harinya, menghubungkan Kota Padang dengan Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, hingga wilayah Limapuluh Kota dan sekitarnya.

Pasca-bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan sejumlah jembatan dan badan jalan, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera terus bekerja keras memastikan konektivitas tetap terjaga hingga akhirnya jalur ini siap dibuka kembali secara total.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.