PeristiwaSumatera Barat

Waspadai Potensi Karhutla di Sumbar, Lima Hotspot Terpantau

1370
×

Waspadai Potensi Karhutla di Sumbar, Lima Hotspot Terpantau

Sebarkan artikel ini
Kebakaran lahan hutan pinus di Bukit Pinang Gadiang, Jorong Rajo Dani, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar. Foto : Istimewa
Kebakaran lahan hutan pinus di Bukit Pinang Gadiang, Jorong Rajo Dani, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar. Foto : Istimewa

Padang – Musim kemarau telah memicu kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Masyarakat diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, mengungkapkan bahwa terdapat lima hotspot yang terpantau di Sumbar dalam 24 jam terakhir. Seluruhnya terletak di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

“Lima hotspot berwarna kuning dan merah ini terpantau di Kecamatan Tapan dan Lunang Silaut,” ujarnya, Selasa (7/3/2023).

Menurut Yozarwardi, warna kuning mengindikasikan tingkat kepercayaan 30-78%, sementara warna merah menandakan tingkat kepercayaan di atas 80%. “Data dalam sepekan terakhir fluktuatif, terkadang naik dan turun,” katanya.

Berdasarkan data SiPongi milik KLHK, karhutla tidak hanya terjadi di kawasan hutan produksi dan hutan lindung, tetapi juga di Areal Penggunaan Lain (APL), yang diperuntukkan bagi pembangunan non-kehutanan.

Dishut Sumbar telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) untuk mengantisipasi dan menangani karhutla. Satgas ini juga dibentuk di tingkat UPTD Kesatuan Pengelola Hutan (KPH).

Brigade Dalkarhutla telah turun ke lapangan untuk memantau dan memadamkan kebakaran, seperti yang dilakukan di Silaut, Pessel. Selain itu, Dishut juga membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat nagari untuk mengedukasi masyarakat dan membantu petugas.

“Mereka ujung tombak kami dalam melakukan edukasi dan penanganan karhutla,” ujar Yozarwardi.

Dishut Sumbar mengimbau masyarakat berhati-hati dalam menggunakan api, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, untuk menghindari karhutla. Sebab, 99% penyebab karhutla adalah aktivitas manusia.

“Tidak hanya membakar lahan, tetapi juga membuang puntung rokok atau membuat api unggun di kawasan rawan karhutla,” katanya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.