Banjir Koto Baru Rendam Permukiman Warga dan Masjid Jami Darussalam 

Masjid Jami Darussalam dan permukiman warga saat dilanda banjir, bahkan aktivitas jual beli sempat terganggu. Kondisi mulai puluh, setelah air surut dan petugas BPBD setempat melakukan pembersihan sisa lumpur. Photo : rehan
Masjid Jami Darussalam dan permukiman warga saat dilanda banjir, bahkan aktivitas jual beli sempat terganggu. Kondisi mulai puluh, setelah air surut dan petugas BPBD setempat melakukan pembersihan sisa lumpur. Photo : rehan
Masjid Jami Darussalam dan permukiman warga saat dilanda banjir, bahkan aktivitas jual beli sempat terganggu. Kondisi mulai puluh, setelah air surut dan petugas BPBD setempat melakukan pembersihan sisa lumpur. Photo : rehan
Masjid Jami Darussalam dan permukiman warga saat dilanda banjir, bahkan aktivitas jual beli sempat terganggu. Kondisi mulai puluh, setelah air surut dan petugas BPBD setempat melakukan pembersihan sisa lumpur. Photo : rehan

TANAH DATAR, KABARSUMBAR-Hujan lebat yang berkepanjangan berpotensi banjir tidak hanya menganggu kegiatan sehari-hari akan tetapi juga menimbulkan kerugian baik materi maupun non materi.

Seperti halnya banjir yang terjadi di Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, merendam Mesjid  Jami Darussalam,  beberapa rumah warga dan menganggu aktifitas jual beli di Pasar Koto Baru, Kamis (29/6/2018).

“Banjir terjadi tidak lama setelah hujan lebat hingga terlihat air meluap keluar dari parit yang tampak tak bisa menampung jumlah debit air akibatnya air melimpah dan mengenangi Mesjid yang ada dibawahnya,” ujar Wid, warga Koto Baru seraya menunjuk ke arah Mesjid Jami Darussalam.

Sempat terjadi kemacetan pada saat itu mengingat arus yang cukup padat baik dari Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya.

“Akibat banjir ini tidak hanya menganggu aktifitas jual beli akan tetapi juga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang,” tambahnya.

Tak hanya itu banjir yang dilaporkan Wali Nagari Koto Baru ke BPBD Tanah Datar tak lama setelah airmengenangi Mesjid tersebut, meninggalkan lumpur dengan ketebalan 15 hingga 30 sentimeter yang cukup memakan waktu lama untuk membersihkannya.

Saat pembersihan sisa lumpur akibat
Saat pembersihan sisa lumpur akibat

“Saat ini banjir sudah surut berkat kerja sama BPBD Tanah Datar dan Warga sekitar, hanya saja banjir meninggalkan lumpur yang cukup banyak, untuk membersihkannya Relawan PUSDALOPS Tanah Datar menggunakan pompa apung,” ujar Robert Chaneldi Kasi Kedaruratan BPBD Tanah Datar.

Hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian kerugian yang bisa ditaksir.

[rehan]