HukumKota PadangPeristiwa

Buruh Asal Nias Meninggal di Pantai Nirwana Padang, Begini Kronologi Menurut Polisi

3435
×

Buruh Asal Nias Meninggal di Pantai Nirwana Padang, Begini Kronologi Menurut Polisi

Sebarkan artikel ini
Fasasi Harefa asal Pulau Tello, Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumut yang ditemukan meninggal dunia di pinggir pantai Taman Nirwana, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa malam (19/6/2018)
Fasasi Harefa asal Pulau Tello, Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumut yang ditemukan meninggal dunia di pinggir pantai Taman Nirwana, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa malam (19/6/2018)
Fasasi Harefa asal Pulau Tello, Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumut yang ditemukan meninggal dunia di pinggir pantai Taman Nirwana, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa malam (19/6/2018)
Fasasi Harefa asal Pulau Tello, Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumut yang ditemukan meninggal dunia di pinggir pantai Taman Nirwana, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa malam (19/6/2018)

PADANG, KABARSUMBAR—Tim Opsnal Polsek Lubuk Begalung dan anggota Opsnal Satreskrim Polresta Padang sedang melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian Fasasi Harefa, 30, asal Pulau Tello, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (20/6/2018).

Perihal tersebut karena ada luka bekas benda tajam bagian dada kiri korban, meskipun ada hasil pemeriksaan dari tim dokter IGD Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Jalan Jati Nomor 1, Kecamatan Padang Timur, Jati Baru, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Kronologi meninggalnya Fasasi Harefa, berdasarkan keterangan dari kepolisian sektor setempat, sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (19/6/2018) ada penemuan warga di Pinggir Pantai Belakang Gudang Ikan Hias, Jalan Sungai Beremas Rt. 003 Rw. 008 Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, posisi dalam keadaan telungkup dan tidak sadarkan diri.

Keterangan dari kepolisian, sebelum penemuan, salah seorang saksi pertama bernama Noro, 25, pekerja ikan hias hendak tidur.

Pada saat itu Noro melihat ada cahaya senter di lokasi kejadian perkara (TKP), kemudian mendekat ke lokasi dan melihat sosok laki-laki dewasa telungkup. Melihat hal itu saksi kemudian mengabarkan kepada warga sekitar. Ia pun kembali bersama enam warga, mendatangi lokasi dan melihat tubuh korban di bibir pantai, dimana senter dalam keadaan menyala yang diikatkan di kepala, selain itu ada peralatan selam seperti karung plastik tempat ikan kemudian tombak ikan.

Tidak lama kemudian, anggota Mapolsek Lubuk Begalung dipimpin Pawas Ipda Jauhari Sumirat mendatangi lokasi dan mengevakuasi tubuh korban ke RS Bhayangkara dengan menggunakan Lubeg 002. Setiba di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Tidak berhenti di sana, tim Opsnal Polsek Lubeg kemudian kembali ke lokasi dengan membawa saksi, yakni Adel, 26, pekerjaan Buruh, alamat Gadut Kecamatan Lubuk Kilangan, yang merupakan teman korban menyelam, saksi kedua. Kemudian Suherman, 49, teman korban menyelam atau menombak ikan, saksi ketiga. David Rintisa, 34, Buruh Bongkar di gudang cat, Jalan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Lubuk Kilangan
, saksi keempat. Ketiga saksi diamankan di Mapolsek Lubuk Begalung guna dilakukan interogasi.

Berdasarkan keterangan ketiga saksi kepada kepolisian, sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (19/6/2018), ketiganya bersama korban berangkat dari rumah menuju pantai Taman Nirwana untuk menyelam untuk menombak ikan.

Tiba dilokasi sekitar 21.40 WIB. Saksi Adel bersama korban menyelam ke dalam laut atau menombak ikan. Tidak berapa lama setelah menyelam, Adel keluar dari dalam laut dengan membawa dua ekor ikan buruannya.

Saksi empat, David kemudian menanyakan keberadaan korban kepada saksi kedua, Adel. Saksi kedua kemudian menjawab jika masih berada di dalam laut. Saksi kedua, Adel dan saksi ketiga, Suherman kemudian mencari korban sepanjang bibir pantai.

Pada saat itu warga sekitar bertemu saksi keempat, David. Warga pun menanyakan aktivitas saksi, dan menjawab jika sedang menunggu rekannya. Tidak lama berselang, ditemukan mayat di pinggir pantai.

Para rekan korban kemudian menuju lokasi keberadaan korban dan ditemukan dalam keadaan telungkup. Rekan korban, yakni Adel, Suherman dan David kemudian menuju lokasi dan mengangkat tubuh korban ke permukiman warga dan kemudian polisi menjemput dan membawa ke IGD Rumah Sakit Bhayangkara, kemudian tim dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Sementara kerabat korban, Feri beserta kerabat dekat korban yang tinggal di Padang, baru mengetahui informasi keesokan harinya. Kerabat korban pun mendatangi IGD RS Bhayangkara Padang. Namun, belum diperbolehkan melihat, pihak rumah sakit mengarahkan untuk melapor ke Mapolsek Lubuk Begalung, Kota Padang.

[tim]

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.