Nasional

Fase Pemulangan, Kemenhaj Pusatkan Seluruh Layanan Operasional di Madinah

87
×

Fase Pemulangan, Kemenhaj Pusatkan Seluruh Layanan Operasional di Madinah

Sebarkan artikel ini

Total jemaah yang telah bergeser mencapai 97.477 orang dengan pendampingan 1.028 petugas.

Jakarta – Proses mobilisasi jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan rampung pada Senin (22/6/2026).

Mulai Selasa (23/6/2026), seluruh layanan operasional haji akan dipusatkan sepenuhnya di Madinah hingga kepulangan jemaah ke Tanah Air.

Juru Bicara Kementerian Haji (Kemenhaj), Ichsan Marsha, menyatakan bahwa hingga hari ini, sebanyak 257 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Makkah.

Total jemaah yang telah bergeser mencapai 97.477 orang dengan pendampingan 1.028 petugas.

“Pendorongan terakhir jemaah dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan selesai hari ini. Selanjutnya, layanan operasional akan sepenuhnya terfokus di Madinah hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia,” ujar Ichsan di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Seiring berakhirnya fase operasional di Makkah, petugas Daerah Kerja (Daker) Makkah yang telah menuntaskan tugas dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin malam.

Di sisi lain, proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi terus berlangsung secara bertahap.

Hingga saat ini, sebanyak 367 kloter telah mendarat di berbagai debarkasi Indonesia. Jumlah tersebut mencakup 142.053 jemaah dan 1.468 petugas, sehingga total jemaah yang telah kembali mencapai 143.521 orang, termasuk 15.802 jemaah haji khusus.

Memasuki fase akhir di Madinah, Ichsan mengimbau jemaah agar menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan beristirahat yang cukup.

Ia menekankan agar jemaah tidak memaksakan diri dalam beraktivitas serta segera menghubungi petugas jika memerlukan bantuan.

Jemaah diwajibkan selalu membawa kartu identitas dan mengenali lokasi hotel tempat menginap saat beribadah di Masjid Nabawi maupun berziarah.

Kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas secara khusus diingatkan untuk tidak bepergian seorang diri.

Terkait akses ibadah, Petugas Haji telah memfasilitasi penerbitan 165.486 tasreh Raudhah bagi jemaah.

Menjelang kepulangan, jemaah juga diingatkan untuk memastikan paspor serta dokumen perjalanan tersimpan dengan aman.

Pihak Kemenhaj menegaskan kembali bahwa jemaah dilarang membawa air zamzam dalam koper bagasi maupun tas kabin.

Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi saat jemaah tiba di debarkasi masing-masing.

“Kami berharap nilai kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, dan keikhlasan yang ditempa selama berhaji terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran harus hadir melalui akhlak yang lebih baik dan manfaat yang semakin luas,” pungkas Ichsan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.