Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) merilis data terbaru jumlah penduduk miskin.
Pada September 2024, tercatat 315,43 ribu orang (5,42%) penduduk Sumbar berada di bawah Garis Kemiskinan (GK), turun 30,30 ribu orang atau 8,76% dibandingkan Maret 2024.
“Penurunan jumlah penduduk miskin terjadi di perkotaan dan perdesaan,” kata BPS Sumbar dalam rilisnya, Rabu (15/1/2025).
Di perkotaan, persentase penduduk miskin turun dari 4,72% pada Maret 2024 menjadi 4,16% pada September 2024. Sementara di perdesaan, persentase penduduk miskin turun dari 7,28% menjadi 6,79%.
Secara kumulatif, sejak September 2015, jumlah penduduk miskin Sumbar terus menurun, baik dari sisi jumlah maupun persentase. Pada September 2015, jumlah penduduk miskin sebanyak 349,53 ribu jiwa (6,71%), turun menjadi 315,43 ribu jiwa (5,42%) pada September 2024.
Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati menjelaskan, peranan komoditas makanan terhadap GK lebih besar dari komoditas bukan makanan. Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap GK pada September 2024 mencapai 75,92%.
“Tiga komoditas makanan yang paling berpengaruh terhadap nilai GK adalah beras, rokok kretek filter, dan cabai merah,” ujar Herum.
Sementara itu, lima komoditas bukan makanan yang paling dominan terhadap GK adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.
Garis Kemiskinan Naik
BPS juga menjelaskan bahwa perubahan jumlah dan persentase penduduk miskin dipengaruhi oleh perubahan nilai Garis Kemiskinan. Pada September 2024, GK ditetapkan sebesar Rp714.991 per kapita per bulan, naik 0,93% dari Rp708.416 per kapita per bulan pada Maret 2024.
“Jika dibandingkan Maret 2023, GK naik 7,05% dari Rp667.925 per kapita per bulan,” kata Herum.
Di daerah perkotaan, GK meningkat 1,06% dari Rp709.166 per kapita per bulan pada Maret 2024 menjadi Rp715.894 per kapita per bulan pada September 2024.
Sementara di daerah perdesaan, GK naik 0,74% dari Rp707.577 per kapita per bulan menjadi Rp714.054 per kapita per bulan.






