Pemerintah

Kementerian Perdagangan Turut Tangani Penarikan Mie Sedaap di Beberapa Negara Asia

256
×

Kementerian Perdagangan Turut Tangani Penarikan Mie Sedaap di Beberapa Negara Asia

Sebarkan artikel ini

Kabarsumbar.com Kementerian Perdagangan turut menangani penarikan produk mie instan “Mie Sedaap” oleh beberapa negara di Asia. Hal ini dikarenakan ditemukannya  kandungan pestisida pada produk tersebut.

Beberapa negara yang telah melakukan penarikan terhadap produk ini yaitu, Taiwan, Hongkong, serta Singapura. Mengutip dari Channel News Asia, Badan Makanan Singapura (SFA), pada Selasa (11/10/2022), disampaikan bahwa Mie Sedaap Kari Spesial dan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken kemasan cup, ditarik dari pasaran.

SFA sebelumnya menarik empat produk yang ditarik yakni mi instan Mie Sedaap Korean Spicy Soup, mi instan Mie Sedaap Korean Chicken, mi instan Mie Sedaap Soto dan mi instan Mie Sedaap Kari.

SFA menemukan kandungan pestisida dalam bubuk cabai pada Produk Mie Sedaap Kari Spesial, masa kadaluwarsanya pada 27 Maret 2023 dan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken masa kadaluwarsanya pada 24 April 2023.

“SFA telah mengidentifikasi bubuk cabai terkontaminasi dengan etilen oksida. Penarikan produk tersebut sedang berlangsung,” kata SFA.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa pemerintah akan ikut serta mengkoordinasi permasalahan, bersama pelaku usaha, serta membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi.

 

“Tentu kita akan bela produk-produk kita, ya. Apa masalahnya nanti kita akan koordinasi sama pelaku usahanya. Kalau ada masalah nanti akan kita sempurnakan,” ucap Hasan, pada Rabu (12/10/2022), di Auditorium Utama Kementrian Perdagangan, Gambir, Jakarta Pusat.

Dukungan lainnya terhadap pengusaha lokal  juga datang dari Ketua Umum PAN.

“Kita akan dukung pengusaha-pengusaha kita agar bisa serbu pasar internasional tadi. Ada kendala apa tentu akan kita bantu untuk menyelesaikannya,” ucapnya.

Namun, mengenai hal tersebut, Hasan belum bisa memastikan terkait pemeriksaan serupa pada Mie Sedaap yang diperjualbelikan di dalam negeri.

“Nanti kita akan lihat seperti apa,” ucapnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.