Para Ahli Sebut Varian Virus Delta Lebih Cepat Menular

  • Bagikan
Para Ahli Sebut Varian Virus Delta Cepat Menular
ilustrasi varian virus baru delta

Padang – Varian virus baru telah memasuki Indonesia, para ahli virologi dan epidemiologi menyebut varian Delta sebagai varian virus Corona terbaru yang tercepat, terkuat, dan paling tangguh.

Virus varian baru yang pertama kali diidentifiksi di India ini sudah sangat mendominasi penularan di berbagai negara, seperti Inggris, Singapura, hingga Amerika Serikat. arena itu para ahli khawatir virus ini lebih cepat menyebar dibandingkan virus sebelumnya

“Risiko terbesar bagi dunia saat ini hanyalah Delta. Varian yang paling kuat dan tercepat,” kata ahli mikrobiologi Sharon Peacock yang dikutip dari NDTV, Selasa 27 Juli 2021.

Seperti yang diketahui, virus akan terus berevolusi melalui mutasi dengan munculnya varian baru. Untuk itu, para ahli penyakit terus mengkampanyekan mematuhi protokol kesehatan yang dianggap masih bisa untuk mengatasi penularan varian Delta.

Baca Juga :  Komisi Informasi Yogyakarta Salut Dan Bangga Terhadap KI Sumbar

“Selalu ada ilusi bahwa ada ‘peluru ajaib’ yang akan menyelesaikan semua masalah kita. Virus Corona memberi kita banyak pelajaran,” kata Nadav Davidovitch, Direktur sekolah kesehatan masyarakat Universitas Ben Gurion di Israel.

Sebuah penelitian di China menemukan bahwa orang yang terinfeksi varian Delta bisa membawa virus 1.000 kali lebih banyak di hidung. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan strain asli virus tersebut yang diidentifikasi di Wuhan pada 2019 lalu.

“Anda sebenarnya bisa mengeluarkan lebih banyak virus dan itulah mengapa menjadi lebih menular. Itu masih diselidiki,” kata Sharon Peacock.

Pakar genom sekaligus direktur Scripps Research Translational Institute di La Jolla, California, Eric Topol, mencatat bahwa infeksi yang disebabkan varian Delta memiliki masa inkubasi yang lebih pendek.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Dukung Penuh, Ini 7 Nagari Pilot Project Nagari Tageh

Tak hanya itu, selain cepat ,enular jumlah partikel virus atau viral load-nya juga jauh lebih tinggi dari varian sebelumnya. Hal itu yang membuat orang yang sudah divaksinasi juga harus tetap berhati-hati.

“Itulah mengapa vaksin akan ditantang (efektivitasnya). Orang-orang yang divaksinasi harus sangat hati-hati, ini sangat sulit,” jelas Topol.

  • Bagikan