PemerintahSumatera Barat

Mahyeldi Dorong Kolaborasi Diaspora dalam RPJMD Sumbar 2025-2029

87
×

Mahyeldi Dorong Kolaborasi Diaspora dalam RPJMD Sumbar 2025-2029

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan diaspora Minang merupakan pilar utama dalam mengakselerasi pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Mahyeldi, sinergi antara “ranah” (kampung halaman) dan “rantau” bukan sekadar wacana, melainkan telah diintegrasikan ke dalam arah kebijakan strategis daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025-2029.

“RPJMD kita secara tegas mengamanatkan pentingnya gotong royong yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Pendekatan pembangunan yang kita usung bersifat terpadu, holistik, dan integratif, di mana peran perantau menjadi energi vital bagi kemajuan nagari,” ujar Mahyeldi dalam forum bertema Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri tersebut.

Dalam paparannya, Mahyeldi menyoroti sejumlah tantangan krusial yang masih dihadapi Sumatera Barat, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ketahanan pangan, hingga akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Ia mengakui bahwa keterbatasan infrastruktur dasar dan sosial ekonomi memerlukan dukungan jejaring serta pemikiran dari para diaspora yang tersebar di seluruh dunia.

“Potensi diaspora Minang sangat besar. Pengalaman, kapasitas, dan jejaring internasional yang mereka miliki adalah aset berharga untuk memperkuat kemandirian daerah kita,” tambahnya.

Selain menjadi ajang konsolidasi strategis, forum MDN-G 2026 juga menjadi momentum apresiasi bagi tokoh-tokoh yang berkontribusi besar bagi Minangkabau.

Penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada sastrawan Taufiq Ismail atas dedikasinya di kancah sastra dunia, yang sekaligus menjadi langkah awal dukungan bagi pencalonan beliau untuk Nobel Prize bidang sastra.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Rais Yatim dan Buya Mas’oed Abidin sebagai tokoh penulis buku adat dan budaya.

Sementara itu, apresiasi di bidang filantropi diberikan kepada Jurnalis Udin, Nurhayati Subakat, dan Yendra Fahmi atas kontribusi nyata mereka dalam sektor pendidikan, sosial, serta pembangunan rumah ibadah.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, serta Ketua Umum DPP Gebu Minang Oesman Sapta Odang.

Presiden MDN-G Fasli Jalal dan Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas juga tampak hadir memimpin jalannya diskusi.

Dalam kunjungan kerja ini, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh jajaran pejabat Pemprov Sumbar, termasuk Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala Biro Adpim Nolly Eka Mardianto, dan Kepala Badan Penghubung Fauzan Zaenun.

Selain diskusi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran literasi buku-buku Minangkabau sebagai upaya melestarikan tradisi intelektual daerah.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.