oleh

Kembangkan Mode Pembelajaran Melalui DPD AELI Sumbar

PADANG, KABARSUMBAR – Kepala Bidang Penelitian, dan pengembangan (Kabid Litbang) Anton Komaini mengatakan Asosiasi Experitial Learning (AELI) merupakan sebuah asosiasi yang sangat ideal dalam mengembangkan mode pembelajaran di indonesia.

Dikatakannya, saat ini sudah terbentuk 19 DPD provinsi di indonesia. Kegiatan AELI memang kewajiban di pusat dan di daerah hanya ada di provinsi, tidak ada di Kabupaten/Kota.

“Sebelumnya kami sudah dilantik pada 2017 tetapi belum sempat dikukuhkan, barulah di 2019 ini pengurus periode 2017-2021 dikukuhkan,” ujar Anton di Padang, Selasa (15/1/2019).

Menurut Anton Komaini yang juga merupakan ketua pelaksana AELI menyebutkan adapun tujuannya yakni untuk memantapkan atau memberikan hak dan kewajiban pengurusan untuk dapat mengembangkan AELI di sumbar.

Hal tersebut dikatakannya pada acara pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) AELI Sumbar periode 2017-2020 dan Rakerda tahun 2019, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, pada Selasa (15/1/2019).

“Jadi selama ini dikenal istilah outbund salah satu di dalam itu. Tetapi AELI bukan itu tetapi mewadahi itu,” ujar Anton.

Anton menjelaskan, kegiatan AELI terdiri dari empat program rekresional program, educational program, development program, dan terpetik atau rederagtional program.

“Jadi jika perusahan/klien yang meminta, kami akan sesuaikan dengan studi kasus dahulu (traning analisis kebutuhan atau studi kasus),” ujarnya.

Dicontohkannya, ada sebuah bank yang mengeluhkan karyawanya yang tidak kompak atau malas, nanti AELI dirapatkan dalam sebuah konferensi disusun program yang terdiri dari tiga pelaku atau fasel utama, madya, dan muda.

Lebih lanjutnya, pelaku utama memprogram kasus kurang semangat (harus sudah mampu merancang) tidak bisa kegiatan hanya sehari, karena hanya mengubah rasa fun saja tetapi untuk merubah prilaku butuh tiga hari. Maka ditawarkan kapasiti bilding selama tiga hari dalam tahap edukational dan development.

Untuk terpetik prilaku yang sudah dilatih dan tahan lama bisa seminggu, bulanan dan tahunan di situlah AELI berberkontribusi. Sehinggga AELI tidak hanya fun game saja banyak cakupan, tetapi tujuan pembelajaran yang berkualitas.

“Pembelajaran bukan untuk siswa atau mahasiswa tetapi semua hal mau intansi, masyarakat bisa menggunakan AELI,” paparnya.

Terkait itu, tema AELI for all, untuk semua kehidupan. Target 2018 memfinalkan program menitikkan pada program pendidikan terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan masuk ke sekolah. Saat ini untuk kurikulum 2013 di sekolah sudah sangat cocok dengan AELI.

“Untuk parawisata sudah diterima. Jadi tidak perlu terlalu dikenalkan. Lebih ke pendidikan bagaimana pendidikan yang dilakukan pedekatan dengan AELI,” ujar Anton.

Terakhir, pihaknya mengatakan, suport pemerintah sejauh ini seperti di Dinas Parawisata sudah melibatkan AELI dalam setiap kegiatannya.

“Pada 2019 kami akan bekerjasama dengan beberapa dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Olahraga, dan Dinas Kelautan.

(Putri Caprita)

Komentar

Lainnya