Mendikbud : Jadikan Sains Pendorong Pembangunan Bangsa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto : Internet
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto : Internet
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto : Internet
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto : Internet

PADANG, KABARSUMBAR – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mengajak seluruh pelajar menjadikan sains sebagai pendorong pembangun dan keberlanjutan suatu bangsa.

Menurut Muhadjir, perkembangan sains berbanding lurus dengan kemajuan dan keunggulan sebuah negara-bangsa pada panggung dunia.

“Yang Harus diingat, tidak ada negara yang dapat melesat tinggi tanpa sains. Semakin kuat sains suatu negara, maka semakin besar peluang untuk menjadi unggul. Sebaliknya, jika diabaikan, negara tersebut tak akan bisa berkompetisi,” katanya.

Melalui ajang Olimpiade Sain Nasional (OSN) lalu, Muhadjir berharap kepada semua peserta untuk tidak cepat puas diri, tetapi tetap berusaha karena ini bukan akhir kemenangan melainkan baru perjuangan awal.

“Saya yakinkan kamu, kamu semua adalah pemenang hari ini. Kalau ada yang nanti disebut juara, itu sementara. Kemenangan sesungguhnya adalah siapa yang konsisten terus menekuni sains dan berhasil menjadi ilmuwan terkenal sesungguhnya di masa depan,” ujarnya.

Tidak Hanya kepada predikat juara yang berhasil diraih, pihaknya berharap kepada peserta OSN untuk terus menekuni sains hingga sains menjadi profesi di masa dewasa kelak.

Jika hal itu terwujud, sambung Muhadjir, maka itu bukan lagi sebatas kemenangan peserta OSN semata, tapi juga kemenangan bangsa dan negara.

“Saya percaya, perkembangan sains berbanding lurus dengan kemajuan dan keunggulan sebuah negara-bangsa di panggung dunia. Terlihat bagaimana negara maju semakin berlomba-lomba Mengembangkan sains dan kepintaran mereka untuk negara dan dunia,” ujarnya.

Ia yakin, apabila sebagian saja peserta OSN benar menjadi ilmuwan di masa dewasanya, maka Indonesia akan menjadi negara unggul itu dan seiring waktu akan mampu berpacu dengan negara-negara Dunia kedua, ataupun negara Dunia Pertama.

“Kalau 50 persen saja dari pelajar menjadi ilmuwan sampai tua, saya yakin Indonesia akan mampu berkompetisi dengan seluruh bangsa dan menjadi negara maju yang diakui seluruh dunia,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Muhadjir menekankan pada seluruh peserta dan pendamping, bahwa dengan dasar pikirnya tadi, OSN harus dipandang sebagai kegiatan strategis nasional alih-alih kompetisi rutin tahunan antarsiswa.

“Atas dasar itu, kegiatan OSN ini bukan kegiatan main2. Ini adalah kegiatan strategis,” pungkasnya.

[Putri Caprita]