EkonomiSumatera Barat

Perkuat Ekosistem Halal, Sumbar Optimalkan Ekonomi Syariah Berbasis Digital

86
×

Perkuat Ekosistem Halal, Sumbar Optimalkan Ekonomi Syariah Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmennya untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai lokomotif utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini disampaikan dalam gelaran DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Syariah Festival di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Minggu (24/5/2026).

Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat memiliki keunggulan komparatif yang unik.

Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang dipegang teguh masyarakat Minangkabau merupakan fondasi sosial yang sangat selaras dengan prinsip ekonomi syariah.

“Sumbar memiliki modal sosial yang kuat. Ekonomi syariah bukan sekadar wacana, melainkan harus menjadi kekuatan nyata yang mampu menggerakkan sektor riil, memperkuat UMKM, serta memberikan solusi konkret bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Mahyeldi di sela-sela acara bertema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital tersebut.

Gubernur mencatat, geliat ekonomi syariah di Sumbar sebenarnya sudah terlihat dalam keseharian, mulai dari industri kuliner halal, fesyen muslim, hingga pengelolaan zakat produktif.

Namun, ia mengakui masih ada tantangan besar yang harus segera dibenahi, yakni rendahnya literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah serta belum optimalnya integrasi antara industri halal dengan sektor keuangan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Mahyeldi mendorong kolaborasi lintas sektor.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat untuk membangun ekosistem yang terintegrasi dan berbasis digital.

“Kita harus mempercepat transformasi digital agar ekonomi syariah lebih inklusif dan mudah diakses. Festival ini adalah langkah strategis untuk memperluas literasi sekaligus mempertegas posisi Sumbar sebagai rujukan nasional pengembangan ekonomi syariah berbasis budaya,” tambahnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, menyebut ekonomi syariah kini menjadi motor pertumbuhan nasional yang inklusif.

Ia optimistis, dengan pertumbuhan ekonomi Sumbar yang stabil di angka 5,02 persen, penguatan ekosistem syariah akan menjadi katalisator tambahan bagi kemajuan daerah.

“Sumbar memiliki potensi besar. Apalagi, daerah ini kembali masuk dalam kandidat peraih Anugerah Adinata Syariah tingkat nasional, setelah tahun lalu sukses meraih peringkat kedua,” ungkap Majid.

Kegiatan DAUN Syariah Festival yang merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktur Eksekutif KDEKS Sumbar Prof. Ahmad Wira, Kepala BPJPH Sumbar Dr. Ikra Abdi, hingga para pelaku UMKM dan komunitas juru sembelih halal. Sinergi ini diharapkan mampu membawa ekonomi syariah di Sumatera Barat naik kelas ke level yang lebih kompetitif.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.