TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Warganet di salah satu grub medsos yang cukup viral di Tanah Datar, Salingka Tanah Data keluhkan trotoar yang beralih fungsi menjadi tempat parkir.
Postingan keluhan yang di upload oleh akun facebook Ronald Ahmad Alvaro pada Selasa (05/02) sekitar pukul 20.00 wib itu mendapat tanggapan serius dari berbagai akun media sosial lainnya.
Di status grub facebook Salingka Tanah Data itu Ronald Ahmad Alvaro menulis jika pejalan kaki diruas jalan utama kota Batusangkar itu beralih fungsi menjadi tempat parkir.
Dengan memberikan bukti beberapa buah fhoto pengendara yang memarkir kendaraannya di trotoar jalan, akun facebook Ronald juga berharap pihak berwenang bisa mengembalikan hak para pejalan kaki.
“Keluhan pejalan kaki diruas jalan utama kota budaya, trotoar yg seharusnya aman dan nyaman bagi pejalan kaki, namun belakangan malah berubah fungsi menjadi tempat parkir. Semoga bapak-bapak yg “berwenang” bisa mengembalikan HAK para PEJALAN KAKI.
Semoga postingan ini mendapat dukungan & tanggapan positif admin SALINGKA TANAH DATAR dan anggota grup ini,” tulisnya.
Keluhan itu ditangapi serius oleh beberapa akun facebook yang tergabung di dalam grub Salingka Tanah Data itu, seperti akun Rizki Syarif yang menyorot Satpol PP sebagai penegak Perda, tidak menjalankan fungsinya sehingga hak-hak rakyat terabaikan.
“Satpol PP sebagai penegak Perda,,tidak jalan Fungsinya,sehingga hak2 rakyat terabaikan. Keindahan kota,,akan sembraut,,dan menurut pandangan tamu luar daerah,apakah ini tidak menjadi pandangan yg mnjadi PR [Pekerjaan rumah pemda,,mengingat BATUSANGKA,,kota budaya,,dan apakah ini budaya kita,,dan cukup lah RABAB YANG MENYAMPAIKAN,”
Dalam komentar lainnya, akun Rizki Syarif juga menyinggung hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dimuka umum, seperti tulisannya :
“Hak warga negara menyampaikan Pendapat dimuka umum sudah diatur hal2 yg kurang berkenan trhadap sesuatu hal yg membuat masyarakat dirugikan,,Anda adalah,, PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT,,tidak saja anggota DPRD yg menyampaikan aspirasi, anda punya HAK,, sebagai informan di medsos, demi kebaikan kita, agar menjadi kota yang berbudaya,,tertib,,dan ramah,serta nyaman,,dan aman,”
Sementara itu, salah seorang warga Andri (33) yang setiap waktu memakai fasilitas trotoar di ruas jalan utama kota Batusangkar juga mengatakan hal yang sama, selama ini ia merasa risih dengan kendaraan yang sering parkir di trotoar. Sehingga ia pun harus mengalah menghindari kendaraan yang parkir tersebut.
“Kita sangat mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, dengan memperhatikan keselamatan pejalan kaki, trotoar sepanjang jalan sudah direhab dan bahkan terkesan indah dari sebelumnya. Tapi sangat disayangkan, jika dipakai juga untuk parkir kendaraan, apa di daerah kita tidak ada penegak peraturan pak,?” ucap Andri.
Ia berharap, penegak aturan di Tanah Datar ini tidak pandang bulu dalam menegakan peraturan. “Seharusnya mereka (penegak perda) berinisiatif sebelum warga memasukan ke medsos, yang malu bukan hanya bapak-bapak itu, kami sebagai warga Tanah Datar juga malu,” tuturnya. (Ddy)





