Bekasi – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa itu menewaskan tiga orang dan menyebabkan 81 orang lainnya terluka.
Arahan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat mendampingi Presiden menjenguk para korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).
“Investigasi tentu harus dilakukan. Kemudian, langkah antisipasi supaya hal-hal seperti ini tidak terulang kembali,” kata Prasetyo.
Selain meminta penyelidikan, Prabowo juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan perkeretaapian.
Ia menyoroti teknologi yang digunakan serta kondisi armada kereta yang masih beroperasi.
Menurut Prasetyo, Presiden ikut mengecek tahun pembuatan kereta yang saat ini dipakai.
Prabowo juga meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap sekitar 1.800 perlintasan kereta api yang masih rawan kecelakaan.
Ia menilai langkah konkret harus segera dilakukan, mulai dari penempatan penjaga di titik-titik berisiko hingga pembangunan flyover.
“Secara teknologi, beliau juga sempat mengecek tahun pembuatan kereta-kereta kita. Selain itu, beliau meminta agar sekitar 1.800 perlintasan kereta api ditangani, baik dengan penjagaan maupun pembangunan flyover untuk memastikan jalur persimpangan aman dari potensi kecelakaan,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden juga menginstruksikan agar seluruh korban yang masih dirawat mendapat pelayanan terbaik.
“Presiden memberikan petunjuk agar seluruh korban yang dirawat mendapatkan pelayanan terbaik,” kata Prasetyo.






