InternasionalPeristiwa

Sempat Bersemangat Sambut Armuzna, Jemaah Haji Asal Sumbar Tutup Usia di Makkah

77
×

Sempat Bersemangat Sambut Armuzna, Jemaah Haji Asal Sumbar Tutup Usia di Makkah

Sebarkan artikel ini

Almarhumah wafat sesaat sebelum rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dimulai.

Makkah – Kabar duka menyelimuti jemaah haji Embarkasi Padang. Mainusni Marukun (74), jemaah asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang tergabung dalam Kloter PDG 12, mengembuskan napas terakhir di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026).

Almarhumah wafat sesaat sebelum rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dimulai.

Mainusni, yang berangkat ke Tanah Suci didampingi putrinya, Surtiyaningsih, sempat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji. Namun, takdir berkata lain.

Ia meninggal dunia pada pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS) setelah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan secara mendadak.

Pembimbing Ibadah Kloter PDG 12, Yusmanto, mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki riwayat sesak napas dan sempat dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor, Makkah.

Berdasarkan diagnosis medis, Mainusni menderita Acute lung edema dan acute decompensated heart failure (ADHF), yakni kondisi penumpukan cairan di paru-paru yang memicu gangguan jantung.

“Pagi hari sebelum wafat, kondisi beliau sebenarnya cukup stabil. Beliau masih bisa makan, berkomunikasi dengan normal, dan sangat bersemangat untuk persiapan menuju Armuzna,” ujar Yusmanto. Namun, usai salat Jumat, rekan sekamar almarhumah melaporkan penurunan kondisi kesehatan yang drastis. Tim medis kloter segera melakukan tindakan darurat, termasuk pemeriksaan EKG, namun denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi.

Sesuai prosedur, jenazah sempat dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sebelum akhirnya disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan belasungkawa mendalam.

Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pemulasaran jenazah, mulai dari memandikan hingga pemakaman, ditanggung sepenuhnya oleh pihak syarikah dan PPIH Arab Saudi.

Rifki juga memastikan bahwa almarhumah akan mendapatkan hak badal haji. “Jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah haji akan dibadalhajikan oleh petugas. Kami juga memastikan hak asuransi kematian akan diproses secara berjenjang untuk diserahkan kepada ahli waris,” jelasnya.

Selain itu, pihak Kemenag menjamin barang-barang milik almarhumah akan dikembalikan kepada keluarga secara utuh melalui mekanisme resmi PPIH.

Rifki telah menginstruksikan jajaran Kemenag di daerah asal untuk segera mendampingi keluarga almarhumah dan memberikan informasi terkait hak-hak yang akan diterima.

Hingga Minggu (24/5/2026), tercatat lima jemaah dari Embarkasi Padang telah wafat selama operasional haji tahun ini.

Saat ini, pihak otoritas masih menunggu *Certificate of Death* (COD) dari pihak rumah sakit sebagai kelengkapan administrasi.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.