Pemkab Pessel Terima 74 Pas Kecil 7 GT dari KSOP Teluk Bayur Padang

Pemkab Pessel Terima 74 Pas Kecil 7 GT dari KSOP Teluk Bayur Padang

Pesisir Selatan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menerima 74 Pas Kecil 7 GT dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Teluk Bayur Padang, untuk nelayan dan pemilik kapal tradisional yang berada di daerah tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar menyampaikan, bahwa Pas kecil sebagai surat izin bagi nelayan untuk melaut, kapal barang dan kapal pengangkut penumpang sesuai besaran, spesifikasi dan sekaligus bukti legalitas kapal memakai bendera kebangsaan masing-masing.

“Dalam menerbitkannya kita bekerjasama dengan KSOP Teluk Bayur,” ungkap bupati Rusma usai penyerahan Pas kecil di Kantor Bupati setempat pada hari Senin, 14 Maret 2022.

Serah terima Pas kecil dilakukan langsung KSOP Kelas II A Teluk Bayur, Wigyo pada Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar yang disaksikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra, Yozki Wandri dan segenap petugas KSOP.

Bupati menerangkan, penggunaan Pas kecil diatur dalam Surat Edaran (SE) nomor 32/PK/DK/2021 tanggal 8 Maret 2021, sehingga sangat penting bagi keamanan nelayan dalam menjalankan aktivitasnya. Lebih dari itu dapat digunakan sebagai dokumen ekspor bagi nelayan untuk hasil tangkapnya dan memudahkan petugas dalam menginventarisir jumlah kapal yang ada di perairan Indonesia.

Bupati Rusma mengimbau agar nelayan di Pesisir Selatan atau pemilik kapal segera melakukan pengurusan Pas kecil, sehingga lebih aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan.

“Jadi, Pas kecil hanya semata-mata untuk legalitas dan keamanan nelayan,” terang bupati.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II A Teluk Bayur, Wigyo menyampaikan, tujuan wajib penggunaan Pas kecil merupakan salah satu upaya pemerintah melindungi para nelayan kecil dalam mencari nafkah.

Keselamatan merupakan tujuan utama dalam menjalankan pekerjaan, karena di dalamnya berisi tentang pemahaman dasar melaut dan sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama melaut.

“Karena dengan kesadaran mematuhi peraturan di laut berarti para nelayan turut menciptakan suasana pelayaran yang aman dan nyaman,” tuturnya.

Penulis: Randi PernandoEditor: Meliana Gusti